10 Susunan Acara Akad Nikah dalam Islam yang Sakral

Oleh Tim Penulis MenujuNikah

10 Susunan Acara Akad Nikah dalam Islam yang Sakral

susunan acara akad nikah
pexels

Akad nikah merupakan acara inti dari seluruh rangkaian acara pernikahanmu. Tanpa akad nikah, kamu dan dia bukanlah pasangan suami istri. Oleh karena itu, susunan acara akad nikah ini penting banget buat kamu yang akan menikah. Daripada bingung, mending pelajari dulu urutannya di sini!

Apa Itu Akad Nikah?

Akad nikah adalah momen paling sakral dalam pernikahan umat Muslim. Prosesi ini adalah sesuatu yang penting, baik secara sosial apalagi dalam aspek keagamaan dan negara.

Karena pentingnya tata cara akad nikah ini, biasanya ada persiapan khusus untuk memastikan agar segalanya berjalan dengan lancar. Apalagi akad nikah itu esensinya adalah untuk peresmian atau pengesahan status dua insan yang akan menjalani kehidupan bersama dalam mahligai rumah tangga.

Susunan Acara Akad Nikah dalam Islam

Nah, jadi gimana sih sebenarnya susunan acara akad nikah yang biasa dilakukan umat Islam di Indonesia pada umumnya itu? Berikut ini adalah penjelasan susunan acara akad nikah dari awal hingga akhir yang bisa kamu gunakan!

1. Pembukaan

Kalau kamu mau menjalankan prosesi akad nikah, maka kamu harus memastikan bahwa semuanya dimulai dengan penuh khidmat. 

Biasanya, seorang MC atau pembawa acara akan membuka sesi ini. Ia akan mengawalinya dengan bacaan Basmallah yang memberikan nuansa sakral sejak detik pertama dimulainya acara.

Sang pemandu acara kemudian akan melanjutkan dengan mengucapkan doa serta menyatakan rasa syukur atas keberhasilan pasangan dalam melewati cobaan menjelang pernikahan

Di momen ini, semua yang terlibat dalam acara akad nikah akan bersama-sama berdoa, semoga seluruh rangkaian acara bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Setelah momen pembukaan yang penuh rasa syukur, acara akad nikah biasanya berlanjut dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

Ini adalah momen yang meningkatkan kekhidmatan acara dan membawa berkah ke dalam acara pernikahanmu. Ayat-ayat ini biasanya dibawakan oleh anggota keluarga atau seorang qori atau qori’ah yang pandai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tajwid yang pas dan benar.

Biasanya, ada beberapa surat atau ayat Al-Qur’an yang jadi pilihan untuk dibaca pada waktu tersebut, contohnya:

  • QS. An-Nisa ayat 1: Ayat tersebut dibaca saat acara pernikahan karena mengingatkan pasangan untuk bertakwa kepada Allah, menghormati asal-usul penciptaan manusia, menjaga hubungan kekeluargaan, dan menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh kesadaran akan pengawasan Allah.
  • QS. Ar-Rum ayat 21: Ayat tersebut dibaca saat acara pernikahan karena menggambarkan kebesaran Allah dalam menciptakan pasangan hidup, menumbuhkan cinta dan kasih sayang, serta menciptakan ketenteraman, yang semuanya merupakan esensi dari pernikahan.
  • QS. An-Nisa ayat 34-35: Kedua ayat tersebut dibaca saat acara pernikahan untuk menekankan tanggung jawab dan peran suami serta istri dalam rumah tangga, pentingnya penyelesaian konflik dengan bijak, dan nilai perdamaian serta keharmonisan dalam pernikahan menurut ajaran Islam.
  • QS. At-Tahrim ayat 6: Ayat tersebut dibaca saat acara pernikahan untuk mengingatkan pasangan suami istri akan tanggung jawab mereka dalam menjaga diri dan keluarga dari perbuatan yang dapat menyebabkan siksa neraka, serta menjalankan perintah Allah dengan baik.

Dengan membacakan ayat-ayat tersebut, harapannya, bisa menjadi pengingat buat kamu dan pasangan tentang cara hidup yang diharapkan dalam membangun kehidupan bersama yang penuh cinta dan keimanan.

3. Sambutan

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara biasanya akan berlanjut ke tahap sambutan. Ini adalah bagian di mana kedua keluarga, baik dari calon pengantin pria maupun wanita, mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kata-kata mereka. Tapi sebelum sambutan dimulai, ada sesuatu yang istimewa nih, yaitu pemberian seserahan.

Seserahan adalah serangkaian hadiah atau barang yang diberikan oleh keluarga calon pengantin pria kepada keluarga calon pengantin wanita. Ini adalah tradisi yang manis, simbolis, dan penuh makna karena menunjukkan niat baik dan dukungan dari keluarga pria kepada keluarga wanita.

Setelah prosesi seserahan, baru deh sambutan dimulai. Biasanya, perwakilan dari masing-masing keluarga akan naik ke panggung untuk memberikan kata-kata sambutan mereka. Mereka mungkin akan berbagi cerita, harapan, atau bahkan nasihat untuk pasangan yang baru menikah.

4. Khutbah Pernikahan

Nah, setelah sambutan, biasanya acara akan berlanjut lagi dengan khutbah pernikahan. Khutbah pernikahan akan memberikan pembekalan serius tentang kehidupan berumah tangga dan ngasih tau keutamaan menikah dalam Islam.

Biasanya, orang yang memberikan khutbah nikah ini adalah penghulu dari KUA atau pemuka agama setempat yang sudah pengalaman dalam hal-hal kayak gini.

Khutbah nikah ini biasanya diawali dengan pembacaan tahmid, istighfar, dan syahadat serta doa. Jadi, semuanya dimulai dengan mengingat dan memuji Allah Subhanahu wa ta’ala, memohon ampunan atas segala kesalahan, dan mengukuhkan keimanan kita. Setelah itu barulah inti dari khutbah pernikahan itu disampaikan.

Khutbah nikah adalah momen untuk mengingatkan dan memotivasi kedua mempelai dan para tamu yang hadir tentang betapa penting dan sakralnya pernikahan yang dijalani, sekaligus mendoakan yang terbaik untuk kehidupan baru yang akan kalian mulai bersama.

5. Ijab Qabul

Nah, kalau sudah sampai di bagian ijab qabul, ini berarti kita sudah di titik klimaks dari seluruh prosesi akad nikah.

Ijab qabul adalah prosesi serah terima dari Ayah atau wali perempuan kepada laki-laki yang kemudian menjadi suami dari perempuan tersebut. Saat ijab qabul terucap dan saksi menyatakan sah, maka mempelai laki-laki secara resmi telah menjadi suami dari mempelai perempuan, dan mempelai perempuan pun kini telah sah menjadi istri dari mempelai laki-laki dalam sebuah perjanjian suci di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala dan para saksi. Ini adalah detik-detik yang paling sakral sekaligus menentukan, seringkali prosesi ini dipenuhi oleh emosi kebahagiaan dan haru.

Ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi untuk ijab qabul dalam prosesi akad nikah, salah satunya adalah pengucapan ijab qabul harus dilakukan dalam satu tarikan nafas. Dengan kata lain, tidak boleh ada jeda, seperti yang disebutkan dalam kitab Al-Iqna’ oleh Syekh As-Syarbini. Ini menunjukkan keseriusan dan keutuhan komitmen yang dibuat oleh kedua mempelai.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa pelajari lebih lanjut di ebook Peta Menuju Nikah.

Sebelum prosesi ijab qabul tiba, kedua mempelai biasanya akan diarahkan ke meja akad nikah. Penghulu, atau pemimpin prosesi, akan memimpin mereka melalui kalimat-kalimat sakral, sementara semua hadirin menyaksikan dengan khidmat. Setelah pengucapan ijab dan qabul, dan dinyatakan sah oleh para saksi, kedua mempelai resmi menjadi suami istri.

6. Penandatanganan Dokumen Pernikahan

Setelah prosesi ijab qabul, kamu bisa lanjut ke bagian yang nggak kalah pentingnya, yaitu penandatanganan dokumen pernikahan. Di bagian ini, masih di meja akad, si pengantin, baik suami maupun istri, akan diminta untuk menandatangani beberapa dokumen yang sangat penting, termasuk buku nikah.

Tahap penandatanganan ini secara resmi mengesahkan hubungan kalian sebagai pasangan suami istri di mata hukum negara Indonesia. Momen ini penting banget karena menandai secara resmi bahwa secara hukum, kini kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri.

7. Penyerahan Mahar atau Mas Kawin

Setelah tanda tangan di dokumen penting, selanjutnya adalah penyerahan mahar atau mas kawin. Bagi sebagian orang, ini merupakan momen foto yang sangat ditunggu. Di tahap ini, mempelai laki-laki, akan menyerahkan mahar kepada istrinya.

Jenis mahar biasanya tergantung kesepakatan antara pasangan. Bisa dalam bentuk seperangkat alat sholat, hafalan Al-Qur’an, uang tunai, atau logam mulia yang secara simbolis memiliki nilai tinggi. Intinya, laki-laki yang baik biasanya akan memberikan mahar yang istimewa, sedangkan perempuan yang baik tidak akan memberatkan maharnya.

8. Nasihat Pernikahan

Hampir mirip dengan khutbah nikah, prosesi ini adalah momen di mana kamu dan pasanganmu bakal diberi wejangan tentang hak dan kewajiban sebagai pasangan suami istri.

Nasihat ini umumnya berisi panduan-panduan dari agama tentang cara menjaga hubungan agar tetap harmonis, termasuk saling menghargai, berkomunikasi dengan baik, dan saling mendukung.

Bagi sebagian masyarakat di jawa, nasihat pernikahan terkadang dibacakan pada saat sesi sungkeman ke orang tua. Ini adalah bentuk simbolik sebagai permohonan doa restu dan ekspresi rasa terimakasih kepada orangtua karena telah merawat sejak kecil hingga kini telah menjadi seorang suami atau istri.

9. Pembacaan Doa

Setelah berbagai prosesi tersebut, susunan acara selanjutnya adalah pembacaan doa. Ini adalah momen di mana pemuka agama bakal memimpin semua orang untuk mendoakan pasangan suami istri yang baru saja menikah. 

Doa yang sering dibacakan dalam acara ini adalah:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Artinya: “Semoga Allah memberkahimu ketika bahagia dan ketika susah, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud, no. 2130)

Doa ini biasanya juga bisa dibacakan pada saat Walimatul Ursy. Walimatul Ursy adalah acara syukuran yang nantinya akan kamu selenggarakan pasca akad nikah.

Selain untuk mendoakan pengantin, doa ini juga ngasih pengingat buat semua yang hadir bahwa nikah itu lebih dari sekadar tinggal bersama. Menikah adalah berbagi perjalanan hidup dengan cinta, kasih sayang, dan kebaikan yang terus-menerus.

10. Penutup

Nah, setelah melewati semua tahapan yang penuh makna, akhirnya kita sampai juga di penutup acara akad nikah. Di momen ini, MC atau pembawa acara akan mengambil alih lagi untuk menutup semua rangkaian acara dengan manis. Biasanya, pada saat penutupan, MC juga akan membacakan doa yang dipanjatkan untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar memberkahi acara akad nikah yang baru saja dilakukan.

Setelah doa penutup dan serangkaian kalimat penutup dibacakan oleh MC, maka acara resmi dianggap selesai. Biasanya, ini disusul dengan ucapan terima kasih dari MC kepada semua yang telah hadir dan turut serta dalam acara sakral ini.

Perlu Panduan Persiapan Pernikahan? 

Nah, kamu yang lagi sibuk merencanakan hari besar, pasti pengen semuanya berjalan sempurna, kan? Jangan khawatir, kami punya sesuatu yang bisa bantu kamu. 

Kalau kamu butuh panduan lengkap soal amalan menjelang pernikahan dan hal apa aja yang bisa kamu lakukan untuk menuju pernikahan, kamu bisa baca di ebook Peta Menuju Nikah!

Di situ kamu bisa dapetin segala macam ilmu praktis dari A sampai Z yang bisa kamu praktekkan dari masih jomlo hingga menjadi suami atau istri. Semua ada dalam satu paket lengkap yang bisa kamu akses secara online.

Tunggu apa lagi?! Pelajari semua hal yang kamu butuhkan di ebook Peta Menuju Nikah!

Perusahaan

S&K

Media Sosial

Youtube

with ❤️ menujunikah.co.id